About Me

Kinerja Kelembagaan MUI Banten Dinilai Semakin Profesional

BANTEN – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga standar manajemen mutu dan profesionalitas tata kelola kelembagaan. Hal itu ditandai dengan resminya penutupan kegiatan Surveillance ISO 9001:2015 oleh lembaga sertifikasi internasional Worldwide Quality Assurance (WQA) yang berlangsung selama dua hari, sejak 12 hingga 13 Mei 2026.

Kegiatan peninjauan mutu tersebut melibatkan pemeriksaan administrasi dan sistem kerja di berbagai komisi internal MUI Banten. Agenda kemudian ditutup dengan closing meeting dan pemaparan hasil audit yang disampaikan Auditor WQA, M. Indra Gunawan dan Swasto Marganto, di hadapan jajaran pimpinan serta pengurus MUI Provinsi Banten.

Dalam pemaparannya, Indra Gunawan menyampaikan bahwa secara keseluruhan sistem manajemen mutu yang diterapkan MUI Banten berjalan dengan sangat baik.

Berdasarkan hasil evaluasi, MUI Banten mendapatkan catatan Opportunity for Improvement (OFI) atau Peluang Peningkatan pada sejumlah bidang dan komisi yang diperiksa.

“Status OFI pada sembilan bidang ini menunjukkan bahwa tidak ada temuan ketidaksesuaian yang fundamental, melainkan adanya peluang-peluang untuk mengoptimalkan sistem yang sudah berjalan. Kami mencatat dan sangat mengapresiasi bahwa ada upaya perbaikan dan peningkatan kualitas mutu yang jauh lebih baik dibandingkan pemantauan tahun sebelumnya,” ungkap Indra Gunawan dalam laporannya.

Menanggapi hasil positif tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, KH. A. Bazari Syam, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, komisi, dan staf yang telah bekerja keras mempertahankan standar operasional lembaga.

“Alhamdulillah, capaian yang disampaikan oleh tim auditor WQA ini menjadi bukti nyata bahwa sistem kerja di MUI Banten terus berbenah ke arah yang lebih profesional. Adanya peningkatan dari tahun sebelumnya adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen kita bersama dalam melayani umat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa status OFI pada sejumlah komisi tersebut tidak akan sekadar menjadi catatan administrasi, melainkan akan segera ditindaklanjuti sebagai langkah strategis untuk menyempurnakan program-program keumatan ke depan.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi Banten, Endang Saeful Anwar, turut memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan sinergi seluruh tim dalam menjalankan sistem manajemen mutu di lingkungan MUI Banten.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa tata kelola administrasi dan mutu pelayanan di internal MUI Banten semakin solid dan terstruktur. Peningkatan kualitas dari pemantauan tahun sebelumnya adalah bukti nyata bahwa kita tidak diam, melainkan terus mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik,” ujar Endang Saeful Anwar.

Ia berharap tujuh poin OFI yang menjadi catatan auditor dapat segera diformulasikan menjadi program perbaikan nyata di setiap komisi agar tata kelola MUI Banten semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap dinamika umat.

“Harapan kami, 7 poin OFI ini bisa segera kita formulasikan menjadi program perbaikan yang nyata di setiap komisi. Ke depan, tata kelola MUI Banten harus semakin adaptif, profesional, dan responsif dalam menghadapi dinamika umat,"

"ISO 9001:2015 adalah sistem yang harapannya jika sudah diterapkan, maka dia akan berjalan seperti mesin yang berputar. Sertifikasi ISO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan standar pijakan kita untuk terus berinovasi dan memberikan khidmah yang terbaik bagi masyarakat Banten,” tambah Endang.