Mantan Bupati TTS Kembali Pimpin DPD II Partai Golkar

Ket Foto : Proses Musda DPD II Partai Golkar Timor Tengah Selatan 

Liputan TIM
Editor Redaksi

Timor Tengah Selatan||myindikator- Panitia pelaksana yang diketuai Ruba Banunaek sukses menggelar Musda DPD II Partai Golkar Timor Tengah Selatan dengan membuahkan hasil dimana Egusem P. Tahun mantan Bupati Timor Tengah Selatan, Kamis 30 Juli 2026 kembali terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar TTS Periode 2026-2030, setelah melalui penetapan yang dilakukan dalam sidang Musda di aula Gereja Petra Soe pada Kamis 30 Juli 2026.

Pantauan media ini, kegiatan Musda dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, didampingi Sekretaris Welhemintje S. Libby Sinlaeloe dan Bendahara Restu Herdani Baptista Dupe,"

Hadir pula Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu yang mewakili Bupati TTS, unsur Kesbangpol, KPU, Bawaslu TTS, serta sejumlah pimpinan partai politik, di antaranya PKB, Partai Demokrat, dan PAN.

Setelah melalui pembahasan dan mekanisme organisasi, Musda yang sempat mengalami penundaan akibat dinamika internal partai yang berlangsung cukup alot, seluruh peserta akhirnya menyepakati Egusem Pieter Tahun sebagai calon tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTS.

Musda Ke- XI secara aklamasi menetapkan mantan Bupati Timor Tengah Selatan periode 2019–2024 yang akrab disapa Epy Tahun itu kembali memimpin Partai Golkar TTS untuk lima tahun ke depan.

Dalam laporan panitia, Plt Ketua DPD II Partai Golkar TTS Vinsen Bureni  menyampaikan bahwa menjelang pelaksanaan Musda, jajaran partai telah melakukan konsolidasi ke berbagai wilayah di Kabupaten TTS. Dari hasil konsolidasi tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari infrastruktur, ketersediaan air bersih hingga sektor pendidikan.

"Konsolidasi yang telah dilakukan menunjukkan masih banyak persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu kami berharap kepengurusan baru nantinya mampu membangun kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten TTS dalam menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan pra-Musda telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi sehingga pelaksanaan Musda dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesra, Johanis Benu, yang membacakan sambutan Bupati TTS mengatakan Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

"Partai Golkar merupakan partai besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Banyak gagasan dan kontribusi yang telah diberikan bagi pembangunan daerah maupun nasional," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten TTS tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Sinergi dengan seluruh elemen, termasuk partai politik, menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

"Pemda tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh kekuatan politik, termasuk Partai Golkar, untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat," ujar Johanis.

Ia berharap Musda XI mampu melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, memiliki semangat kebersamaan, serta menghadirkan ide-ide inovatif bagi kemajuan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Partai Golkar adalah salah satu pilar utama demokrasi. Pemerintah Kabupaten TTS siap terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten TTS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan di daerah.

"Musda juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, mengatakan Musda di Kabupaten TTS merupakan Musda ke-18 yang dilaksanakan Partai Golkar di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia menegaskan bahwa setelah seluruh Musda selesai dilaksanakan, DPD I akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan di setiap daerah.

"Musda TTS merupakan Musda ke-18 di NTT. Setelah seluruh Musda selesai, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan agar organisasi semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan," ujarnya.

Alain juga menegaskan sikap Partai Golkar yang tetap mendukung program-program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui semangat kolaborasi.

"Golkar akan tetap mendukung pemerintah. Namun dukungan itu harus dilakukan secara kritis, objektif, dan profesional demi kepentingan masyarakat," tegasnya.

Ia menitipkan sejumlah pesan kepada kepengurusan DPD II Golkar TTS yang baru, terutama pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi secara vertikal maupun horizontal.

"Konsolidasi organisasi harus terus diperkuat, baik ke atas maupun ke bawah. Selain itu, penguatan kader dan proses kaderisasi harus berjalan secara berkesinambungan agar Partai Golkar tetap menjadi partai yang besar dan dicintai masyarakat," pungkas Alain.