SERANG – KPU Provinsi Banten menggelar kuliah umum di Kampus Universitas Pamulang (UNPAM) Serang dengan mengajak mahasiswa memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan kesadaran berdemokrasi.
Dalam materi bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Demokrasi, Ketua KPU Banten membeberkan bahwa bangsa bukan sekadar kumpulan manusia yang menempati suatu wilayah, melainkan komunitas yang memiliki rasa senasib, identitas, dan tujuan bersama. Pandangan Lothrop Stoddard dan Benedict Anderson turut menjadi rujukan dalam penjelasan tersebut.
Selain itu, Ketua KPU Banten juga mengutip pemikiran Proklamator Ir. Soekarno yang menyebut bangsa Indonesia sebagai seluruh masyarakat di Nusantara yang memiliki cita-cita hidup bersama sebagai satu bangsa.
Dalam pemaparannya, KPU Banten menyampaikan empat elemen utama eksistensi bangsa, yaitu identitas nasional, kedaulatan, ketahanan dan kemandirian, serta sumber daya manusia (SDM). SDM yang unggul dengan karakter kuat, kompetensi tinggi, dan jiwa patriotisme dinilai menjadi kunci keberlangsungan bangsa.
KPU Banten juga menegaskan bahwa pemilu merupakan instrumen penting dalam menjaga kedaulatan dan demokrasi. Pemilu tidak hanya memberi ruang bagi rakyat untuk memilih pemimpin, tetapi juga menghadirkan legitimasi pemerintahan serta membangun kepercayaan publik melalui proses yang jujur dan transparan.
Berbagai program pendidikan pemilih juga dipaparkan, mulai dari kerja sama dengan akademisi, media, penyandang disabilitas, pemilih pemula, hingga berbagai elemen masyarakat.
Ketua KPU Provinsi Banten, Mohammad Ihsan, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi.
“Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi. Pemahaman terhadap wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam sikap dan partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Senin (06 Juli 2026).
Ia menambahkan bahwa pemilu tidak boleh dipahami sekadar agenda lima tahunan, tetapi sebagai ruang rakyat menentukan arah kepemimpinan bangsa.
“Pemilu merupakan sarana utama bagi rakyat untuk menentukan pemimpin secara demokratis. Di dalamnya terdapat nilai legitimasi, transparansi, serta kepercayaan publik yang harus dijaga bersama oleh semua pihak,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan pemilih harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami terus memperkuat pendidikan pemilih melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, media, dan berbagai elemen masyarakat agar kesadaran demokrasi semakin meningkat, terutama di kalangan pemilih pemula,” katanya.
