Pengurus Baru Mathla'ul Anwar Didorong Bekerja dengan Ikhlas

 




Sambutan Sekaligus Arahan dari Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar periode 2026-2031, Dr. KH Jazuli Juwaini, M.A


PURWAKARTA – Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar menggelar pelantikan dan rapat kerja masa khidmat 2026-2031 di Hotel Plaza Purwakarta, Jawa Barat, yang akan berlangsung selama tiga hari, 19-21 Juni 2026. Mengusung tema "Transformasi Mathla'ul Anwar: Dari Umat, Untuk Bangsa", kegiatan tersebut menjadi penguat konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran Mathla'ul Anwar di bidang pendidikan, dakwah dan sosial.


Pada hari pertama itu, Ketua Majelis Amanah PB Mathla'ul Anwar sekaligus demisioner Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar periode 2021-2026, KH Embay Mulya Syarief, menyampaikan refleksi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir.


Menurutnya, terdapat kemajuan yang signifikan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi dibandingkan periode sebelumnya. Ia mengajak seluruh kader untuk mensyukuri perkembangan tersebut sebagai tanda meningkatnya posisi dan kepercayaan terhadap Mathla'ul Anwar.


"Kalau lima tahun lalu pelantikan hanya dilaksanakan secara sederhana, hari ini kita bisa berkumpul di tempat yang lebih megah. Artinya ada peningkatan yang harus kita syukuri bersama," ujar Embay, Jum'at (19 Juni 26).


Embay mengungkapkan, sebelum masa kepemimpinannya berakhir, dirinya secara khusus meminta kesediaan KH Jazuli Juwaini untuk memimpin PB Mathla'ul Anwar periode berikutnya. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi naik ke level yang lebih tinggi.


"Saya ingin pengganti saya lebih baik dari saya, baik dari sisi pendidikan agama maupun akademiknya. Saya berharap Mathla'ul Anwar terus naik level," katanya.


Ia juga menegaskan bahwa Mathla'ul Anwar harus fokus pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, dakwah dan sosial. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi sarana pendidikan milik organisasi harus menjadi prioritas seluruh kader.


"Kita harus bergerak di bidang pendidikan agar lebih maju, bergerak di bidang dakwah, dan kegiatan sosial sebagai bentuk dakwah bil hal," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Fatwa PB Mathla'ul Anwar, Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya, menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat di organisasi.


Ia mengingatkan bahwa pengurus tidak boleh menjadikan Mathla'ul Anwar sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.


"Kehadiran kita di sini bukan untuk memperoleh materi, tetapi untuk pengabdian diri kepada Allah SWT. Dasarnya adalah niat yang ikhlas agar seluruh pengabdian menjadi ladang ibadah," ujarnya.


Syibli mengajak seluruh pengurus untuk membangun semangat hijrah menuju pengabdian yang lebih baik demi mewujudkan cita-cita menjadikan Mathla'ul Anwar semakin maju.


Selain itu, ia menyoroti pengelolaan aset wakaf yang harus dilakukan secara profesional dan terpusat di bawah organisasi.


"Kita akan memajukan wakaf yang dikelola Mathla'ul Anwar. Tidak boleh lagi ada wakaf yang dikelola perorangan karena itu milik organisasi, bukan milik individu," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar periode 2026-2031, Dr. KH Jazuli Juwaini, M.A., menyampaikan dalam arahannya bahwa kepengurusan baru harus bekerja dengan semangat keikhlasan dan pengabdian.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi organisasi ke depan cukup besar sehingga membutuhkan komitmen seluruh pengurus untuk bergerak dan bekerja secara nyata.


"Orang yang tidak ikhlas masuk Mathla'ul Anwar pasti akan bercerai dengan organisasi. Tetapi orang yang ikhlas, pekerjaan berat akan terasa ringan dan pekerjaan besar akan terasa kecil," ujarnya.


Jazuli menegaskan tidak boleh ada pengurus yang hanya mencantumkan nama tanpa menjalankan tugas organisasi selama masa kepengurusan.


"Seluruh pengurus harus bergerak, bekerja dan beramal. Tidak boleh ada yang hanya tercantum namanya selama lima tahun tanpa kontribusi nyata," katanya.


Ia juga menargetkan peningkatan kualitas sarana pendidikan Mathla'ul Anwar melalui akses bantuan pemerintah, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun kerja sama dengan berbagai pihak.


"Kita akan melihat mana yang menjadi prioritas pembangunan. Kita akan bantu dan mengakses dukungan CSR dari perusahaan maupun BUMN untuk membantu pendidikan Mathla'ul Anwar," ujarnya.


Selain itu, Jazuli menilai Mathla'ul Anwar perlu meningkatkan eksistensi dan pengenalan organisasi di tingkat nasional. Karena itu, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan berbagai kementerian, lembaga negara, serta memperluas publikasi kegiatan organisasi.


"Mathla'ul Anwar harus lebih dikenal masyarakat. Kita ingin organisasi ini hadir dan memberi manfaat di seluruh wilayah Indonesia," tandasnya.