About Me

MUSDA VI MUI Banten Dijadwalkan Digelar Awal Desember 2026

 

SERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) VI yang dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Desember 2026. Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan, Ketua Komisi, Badan, dan Lembaga MUI Banten yang digelar di Aula Kantor MUI Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (10/6).

Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2026 sekaligus menyusun langkah strategis organisasi menjelang berakhirnya masa khidmah kepengurusan saat ini.

Sekretaris Umum MUI Provinsi Banten, KH. Endang Saeful Anwar, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan memastikan seluruh agenda organisasi berjalan sesuai rencana, termasuk pembentukan kepanitiaan MUSDA VI.

"Saya berharap rapat ini dapat membentuk dan menyiapkan panitia yang sesuai dengan aturan organisasi, dan MUSDA VI ini dapat melahirkan putusan-putusan yang berpihak kepada umat," ujar Endang.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Banten, KH. A. Bazari Syam, menegaskan bahwa MUSDA VI harus menjadi momentum penting untuk memperkuat peran MUI dalam menjawab berbagai persoalan umat di Banten.

Menurutnya, persiapan pelaksanaan MUSDA terus dilakukan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Insyaallah, pelaksanaan MUSDA VI akan kita gelar pada minggu pertama bulan Desember 2026. Untuk tempat penyelenggaraannya, saat ini kami sedang terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah setempat agar mendapatkan lokasi yang paling representatif," katanya.

Bazari berharap forum musyawarah lima tahunan itu tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan semata, melainkan mampu menghasilkan gagasan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Saya menaruh harapan besar agar MUSDA VI ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum konsolidasi untuk melahirkan pemimpin dan program-program strategis yang solutif. Semoga MUSDA ini semakin mengokohkan peran MUI dalam melayani umat dan membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat Banten," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Dewan Pimpinan MUI Banten juga melaporkan capaian sejumlah program kerja yang telah terlaksana selama masa kepengurusan berjalan. Berbagai komisi kemudian memaparkan agenda prioritas yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2026.

Komisi Pendidikan berencana menyelenggarakan Temu Alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU) sebagai sarana silaturahmi dan evaluasi program kaderisasi ulama. 

Sementara itu, Komisi Fatwa bersama sejumlah komisi lainnya akan menggelar Simposium Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sertifikasi dan labelisasi halal.

Selain itu, Komisi Fatwa juga akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pentashihan dan Perumusan Draft Fatwa MUI Banten periode 2021–2026. Hasilnya akan diterbitkan dalam buku Dinamika Fatwa MUI Banten yang direncanakan diluncurkan pada saat pelaksanaan MUSDA VI.

MUI Banten juga menyiapkan penerbitan tiga buku lainnya, yakni Selayang Pandang MUI Banten, Biografi 100 Tokoh Ulama Banten, dan Pedoman Organisasi MUI.

Di bidang penguatan ukhuwah dan pemberdayaan masyarakat, sejumlah komisi akan menggelar Sarasehan Ormas Islam pada 28 Juli 2026 serta Sarasehan Ketahanan Keluarga sebagai respons terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut juga menghasilkan usulan susunan kepanitiaan MUSDA VI. Untuk Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) diusulkan KH. Bunyamin Hafidz, KH. Rasna Dahlan, H. Abdul Rojak, dan H. Rodani. 

Sedangkan Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) diusulkan KH. Mulya Rahmatoellah, H. Deni Rusli, Nandang Kosim, dan H. Damanhuri.