About Me

Prof Nasaruddin Umar Puji Mathla'ul Anwar



SERANG — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap Mathla’ul Anwar dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-21 dan Munas ke-6 Muslimat Mathla’ul Anwar.


Menurutnya, Mathla’ul Anwar (MA) bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi merupakan sumber “cahaya-cahaya peradaban” yang mampu menghimpun berbagai potensi umat dalam satu kesatuan yang harmonis.


“Mathla’ul Anwar ini sesuai dengan namanya, sebagai tempat munculnya cahaya. Bukan hanya satu cahaya, tetapi berbagai sudut cahaya yang berwarna-warni dan indah,” ujar Nasaruddin Umar, Sabtu (11 April 2026).


Ia mengibaratkan Mathla’ul Anwar seperti intan berlian yang memancarkan kilauan dari setiap sisinya, mencerminkan keberagaman yang justru menjadi kekuatan dalam membangun umat dan bangsa.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, termasuk dalam perjuangan kemerdekaan. Banyak kader dan anggota organisasi ini yang turut berkorban demi lahirnya Republik Indonesia.


“Mathla’ul Anwar telah menjadi bagian dari denyut kehidupan umat. Ini bukan perjalanan biasa, tetapi ikhtiar panjang dalam menjaga nilai-nilai agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” katanya.


Dalam pandangannya, Mathla’ul Anwar juga berperan strategis sebagai jembatan antara nilai-nilai agama dan realitas sosial. 


Organisasi ini dinilai berhasil menghadirkan ajaran agama tidak hanya dalam tataran wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.


Nasaruddin Umar menekankan bahwa di tengah era digital dan perubahan global yang cepat, kehadiran organisasi seperti Mathla’ul Anwar sangat dibutuhkan untuk menjaga arah umat.


“Agama tidak boleh hanya menjadi simbol. Ia harus menjadi kompas, penjernih, dan penyeimbang dalam kehidupan,” tutup Nasaruddin