Pandeglang, 27 April 2026 — Dosen dan mahasiswa dari tiga program studi Universitas Pamulang Kampus Serang, yaitu Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Manajemen, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 7 Pandeglang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini mengusung tema “Rekonstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural pada Lembaga Pendidikan” yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya nilai toleransi dan keberagaman dalam pendidikan agama.
Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Dede Ridho Firdaus, S.M., M.Pd, yang bertindak sebagai ketua kelompok sekaligus pemateri utama. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam perlu direkonstruksi agar lebih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang multikultural.
Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan membangun harmoni di tengah perbedaan.
Siswa-siswi SMKN 7 Pandeglang terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif berdiskusi mengenai pengalaman sehari-hari dalam menghadapi keberagaman, serta bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif.
Guru-guru yang hadir juga menyambut baik kegiatan ini, karena memberikan perspektif baru dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap realitas sosial.
Kegiatan PKM ini menunjukkan sinergi antara dosen dan mahasiswa lintas program studi, yang bersama-sama berkontribusi dalam memberikan solusi nyata bagi dunia pendidikan. Kolaborasi antara bidang teknik, sistem informasi, dan manajemen dengan pendidikan agama mencerminkan pendekatan holistik yang mampu memperkaya proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang Kampus Serang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas, toleran, dan berkarakter. PKM di SMKN 7 Pandeglang diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banten untuk mengembangkan pembelajaran agama yang lebih inklusif dan berorientasi pada penguatan identitas nasional.
Gagasan MA Naik Level sesungguhnya bukan arah yang lahir tiba-tiba setelah Muktamar XX…